Tuhanku

Kau datang padaku dan bertanya,
Apakah kau percaya Tuhan?

Tentu.
Sudah terlalu banyak kualami untuk berkata tak ada tuhan
Ia bagiku senyata embusan napas dan senyaring suaramu.

Tuhanku tak punya nabi dan rasul untuk menyampaikan pesan
Ia tak butuh sekelompok orang untuk membelanya
Dan tak merasa perlu mendirikan kerajaan di muka Bumi.

Tuhanku mencintai tanpa syarat dan tak pandang rupa
Ia tak mengenal benci dan umatnya tak perlu berjuang menyatukan perbedaan
Karena perbedaan diciptakannya untuk memberi warna dunia.

Tuhanku kutemui di mana-mana, setiap hari
Tanpa perlu kuinjak tempat ibadah, tanpa kubuka kitab suci.

Tuhanku tak minta kau percaya padanya dan tak mesti disanjung
Ia hanya ada dan cuma itu yang perlu kutahu.

Kau tanya padaku,
Apakah kau percaya Tuhan?

Tentu.
Namun barangkali
Kita tak sedang membicarakan Tuhan yang sama.

Jakarta, Januari 2011. Diiringi sebuah doa, agar tak perlu lagi darah tumpah karena Tuhanku dan Tuhanmu tak sama.

8 Replies to “Tuhanku”

  1. wahh kerennn….boleh kah saya menyadur tulisan mba kedalam blog saya??? sumber dan link asli akan tetap saya sertakan… 😀

  2. God does exist, tp manusia yg memanggilnya dengan bberapa nama dan itu yg menyebabkan konflik, satu merasa paling benar diantara yg lainnya *sigh if only there is only one name “god” thats it! No more bloodshed, no more broken heart.
    Tanx jen ur blog rocks!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *