Tak Pernah Kemana-mana

Dalam ilusi yang mereka sebut cinta
Kau kucari
Sebab kuyakin kau pasti

Dalam mimpi yang mereka sebut hidup
Kau kukejar
Sebab kutahu kau benar

Karena segenap diri percaya
Kau nyata untuk abadi
Ada untuk selalu.

Dalam ilusi yang mereka sebut cinta
Dan mimpi yang mereka sebut hidup
Aku menunggu untuk mengutuh

Hanya untuk menemukan
Sesungguhnya kau
Tak pernah kemana-mana

Aku hanya lupa
Pernah memilikimu
Di dalam sini.

โ€œYour task is not to seek for love, but merely to seek and find all the barriers within yourself that you have built against it.โ€ (Rumi)

—–

9 Replies to “Tak Pernah Kemana-mana”

  1. Sebuah pencarian tanpa ujung ….

    Tersengal โ€“ sengal
    Nafasku
    Mengejarmu

    Terseok-seok
    Langkahku
    Mencarimu

    Terparau-parau
    Suaraku
    Memanggilmu

    Terkantuk-kantuk
    Mataku
    Menunggumu

    Terbulak balik
    Otakku
    Memikirmu

    Terguncang-guncang
    Hatiku
    Merenungmu

    Terbuang-buang
    Waktuku
    Keranamu

    Dikau
    Tetap
    Misteri

    Ada ngak sih kamu ?
    atau
    Hanya orang iseng
    Yang
    Merekamu ?

  2. Jenny, main kemari lagi ya ๐Ÿ˜‰ hehe, puisinya bagus banget… postingan kamu tambah oke deh. Nggak heran kena kasus ‘penjiplakan’ ๐Ÿ˜‰ jangan kapok nulis ya… Tulisan kamu inspiratif banget, Jenny!

  3. Bayik: ‘-mu’ yang saya maksud di sini bukan orang, melainkan rasa. Rasa yang ada di hati setiap orang tapi begitu sering terlupakan karena kita mencari pemenuhan kebutuhan akannya di luar.

  4. Hai jenny….

    seneng banget baca setiap post kamu….
    sebenernya udah dari lama pengen berchit-chat ria dengan ibunda vajra….
    tapi berhubung aq sekarang pindah di Papua, jadinya tertunda-tunda terus, karena jaringan internet dsini sangat tidak stabil….

    Btw, aq lage belajar nulis neh, boleh ga link ke In between…

    Thank_u sista…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *