Maaf

Tak pernah kuduga saat ini akan tiba
Tak pernah kubayangkan hari ini akhirnya datang
Saat aku berdiri tegak di sini
Memandangmu dengan syukur, tanpa sesal dan perih

Maaf itu akhirnya hadir tanpa kuusahakan
Maaf itu akhirnya ada tanpa kuupayakan

Dan barangkali, inilah maaf yang sejati
Kala aku tak perlu lagi bergumul untuk memaafkanmu
Barangkali, inilah pendamaian yang sesungguhnya
Kala aku tak perlu lagi mencoba melupakanmu

Terima kasih untuk semua.
Pelajaran hidup yang kupetik dari aku, kamu, kita.

Terima kasih telah ada, dan pernah ada.

Aku
Telah memaafkanmu.

—–

Gambar, seperti biasa, dari sxc.hu

10 Replies to “Maaf”

  1. kalo kamu pikir memberi maaf itu perkara sulit, well, guess what, menurut sidharta meminta maaf itu lebih sulit.

    tapi tetep..
    …forgiven not forgotten…
    *andrea corrs nyanyi di panggung*
    😉

  2. ine: hehe.. gak tau ya buat orang lain, tapi kalo gue, mendingan menunggu sampai hati bener2 siap untuk memaafkan, daripada memaksakan diri yang akhirnya malah bikin pemaafan tsb jadi ‘gak utuh’ 🙂

    ezra: kalau memaafkan tanpa pernah dimintai maaf? ahahah.

  3. Dimaafin ya gue Jen?? *tampang bego
    Hehehehe…. Oke, ilmu memaafkan telah diraih… Tinggal ilmu ikhlas… SEMANGAAAATT!!!!

    stslysvo *ribet amat nih verification!!

  4. okke: ini nyicil buat lebaran, biar hemat ongkos SMS. Aphel? Seperti dalam ‘aphel ijo’ dan ‘aphel washington’?

    galuh: udah ribet teteub diketik ulang ;-D

    ezra: ahh, jadi pengen makan fried cytela..

  5. Kadang, memang lebih mudah memaafkan jika orang yang kita anggap bersalah sudah berinisiatif minta maaf, hehehe. Masalahnya, seringkali yang terjadi justru sebaliknya. Karenanya, bagi saya, sangat penting untuk menunggu sampai hati kita benar2 siap memaafkan; sampai pemaafan itu terjadi dengan sendirinya 🙂

Leave a Reply to okke Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *