Dariku dan Yang Tak Bernama

Hari ini, kutitipkan sebaris doa

PadaNya yang tak bernama

Tuk senantiasa menabur bunga di sepanjang jalanmu

Entah ia lurus, berlubang, penuh tanjakan, atau bak labirin.

Hari ini, kusematkan selarik asa

PadaNya yang tak bernama

Agar bahagia mengiringi tiap langkahmu

Dan dijaganya kau dalam susah dan sedih.

Hari ini, kusulamkan seuntai pesan

UntukNya yang tak bernama:

Ingat-ingatlah ia selalu

Dan jangan Kau luputkan tanganMu barang sedetik.

Malam ini, di bawah langit yang berpendar

Kulekatkan namamu di antara ribuan jentik cahaya

Dan bertelut padaNya yang tak bernama

Kubisikkan tiga baris sederhana:

Simpankan cinta ini untuknya.

Kiranya bahagia ini akan abadi

Meski hidup cuma ilusi.

Hei, kalian yang di sana.

Mudah-mudahan menjadi hadiah yang manis di hati.

Selamat berbahagia, yaaa. 🙂

*Gambar (pastinya) dari gettyimages.com

13 Replies to “Dariku dan Yang Tak Bernama”

  1. Many thanks for such a lovely poem, Jenny. Such brilliance and depth I found. It really means a lot to me, and also to us. Sekali lagi, terima kasih.

    Dan pesan kedua… yang nggak usah saya jelaskan latar belakangnya apa dan gimana… tapi saya yakin kamu mengerti: WAKAKAKAKAKAKAKKKK!!!

    Ironisme itu memang terkadang lucu sekali 😀

    ~ D ~

  2. Sama-sama, Mbak. Surprised sayah, padahal udah sengaja ga dikasih nama dan disamar-samarin. ;-D

    Tentang ironisme, what can I say *sigh*… eh eh, tapiii, entah kenapa sayah kok agak senang ya dengan ironisme ini? Serius. Yang ada malah senyumsenyum ga bisa berenti dan keingetinget terus (keinget ya, bukan diinget. Agak beda soalnya, hihihi). Aneh tapi nyata.

    *BTW.. just in case you’re thinking what I’m thinking: let’s NOT go there. ;-D*

  3. Hahahaha, gw baru ngeuh puisi ini buat siapa setelah yang dimaksud kasih komen. Bego ih guweee. Gak bakat jadi wartawan infotainment ya j? hahaha. Btw, gw salut bangeeet sama mereka yang bisa membuat karya yang puitis dan menyentuh, soalnya gw gak bisa bangeeeeet

  4. Vendy: Ayo dipelajari nak.. besok ulangan.

    Popi: Kagak, lo mah bakatnya jadi TRAINER spesialisasi MENANGGULANGI wartawan inpotenmen, myahahah.

    BTW, entri lo yang terbaru jadi memicu gue untuk melakukan perjalanan tour de angkot keliling Jakarta euy. ;-D

  5. ooohhh puisi ini di peruntukkan untuk seseorang, well,,meskipun saya ga ngerti ini untuk siapa dan “kayaknya ada unsur2 infotaimentttt,,,???”…tapi cukup menyentuh,,,

    eh, Jenny, nampaknya akhir2 ini, dirimu sedang “soulmate” bangett ya ama yang DIATAS…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *